Oleh,Elisabeth Karma
Biar kami jelaskan tahapannya. Proses kami membuka lahan pertanian dimulai dengan menebang pohon dan membakar sesemakan. Secara prinsip, pembakaran ini membantu meningkatkan kesuburan tanah. Selanjutnya, di atas lahan itu kami menanam berbagai tanaman, seperti kacang hijau, umbi-umbian, dan sayur-mayur. Setelah hasil kebun tersebut kami panen, kami berpindah ke lahan lainnya untuk lakukan proses serupa. Dalam bahasa kami, lahan usai panen yang ditinggalkan ini disebut ‘yapur’ (bermakna: bekas kebu


Biar kami jelaskan tahapannya.
Proses kami membuka lahan pertanian dimulai dengan menebang pohon dan membakar sesemakan. Secara prinsip, pembakaran ini membantu meningkatkan kesuburan tanah. Selanjutnya, di atas lahan itu kami menanam berbagai tanaman, seperti kacang hijau, umbi-umbian, dan sayur-mayur. Setelah hasil kebun tersebut kami panen, kami berpindah ke lahan lainnya untuk lakukan proses serupa. Dalam bahasa kami, lahan usai panen yang ditinggalkan ini disebut Yapur yapur (bermakna: bekas kebun).
Yapur akan dibiarkan saja hingga dua tahun atau lebih. Ketika yapur dibiarkan, secara alamiah tetumbuhan akan tumbuh kembali. Proses tumbuh alami ini memungkinkan proses perbaikan dan peremajaan tanah. Berikutnya proses tebang dan bakar akan dilakukan lagi untuk memulai kembali siklus tanam.


Kontak kami
Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua
(YP3SP)
Jalan Karya Tanah Hitam Permai
Abepura Jayapura
Papua
