"Satu Tanah, Banyak Suara: Persatuan dalam Keberagaman dari Numfor hingga Okaba"

Oleh Hosea Mirino

Ada yang menarik dan menghangatkan hati dari kegiatan anjangsana antarkomunitas yang terjadi Maret 2024 lampau. Komunitas Fyarkin dari Pulau Numfor melakukan kunjungan balasan kepada komunitas Paia di Merauke. Kegiatan ini diniatkan sebagai wahana belajar bersama antarkomunitas.

Panjangnya perjalanan seketika terbayar ketika Komunitas Paia menyambut hangat rombongan Fyarkin di Kampung Alatep, Distrik Okaba, Merauke. Komunitas Paia menggelar prosesi adat ‘wayap’ suku Malind, yakni penyambutan bagi tamu yang baru pertama kalinya berkunjung di kampung itu. wayap ceremony of the Malind people, which is a welcoming ritual for guests visiting the village for the very first time.

The wayap procession involved the presentation of sagu sep, a traditional dish of the Malind tribe. Sagu sep Prosesi wayap adalah pengalungan sagu sep, makanan khas suku Malind. Sagu sep merupakan paduan sagu ditambah parutan kelapa dan daging yang dipanggang. Ia dibungkus rapi menggunakan anyaman daun kelapa. Sajian ini juga menjadi hidangan makan bersama sebagai tanda bahwa tuan rumah menerima tamu dengan senang hati. Ia juga menjadi simbol ikatan tali persaudaraan dari komunitas Paia kepada komunitas Fyarkin.

Dalam proses belajar bersama ini, kedua komunitas saling memperkenalkan adat istiadat serta kebiasaan-kebiasaan baik yang berlaku di masyarakat adatnya. Komunitas Fyarkin memperkenalkan beragam potensi alam dan pengetahuan setempat, seperti tradisi membuat pupuk organik; pengelolaan, pemanfaatan, dan produksi buah kelapa menjadi virgin coconut oil (VCO). Yang tidak kalah seru adalah penanaman bibit petatas dari pulau Numfor di kebun kelompok Paia.petatas) from Numfor Island in the Paia community’s group garden.

Dari kegiatan anjangsana dan belajar bersama ini kedua komunitas berhasil menetapkan tujuan bersama, yakni membangun komunikasi dua arah sebaik-baiknya. Dari sana, akan ada rasa saling memahami, saling menghormati, dan saling percaya terhadap orang lain walau datang dari suku berbeda. Hal prinsipil lain yang saya rasakan adalah ada pemahaman bersama bahwa tiap-tiap orang memiliki derajat sama dan tujuan sama ketika bicara tentang keberlangsungan hidup di atas tanah kami sendiri.

Kontak kami

Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua
(YP3SP)

Email: info@papuatransformation.org

en_GBEN