Teater Komunitas di Alatep, Merauke

Oleh Marlon Tohatta

Setelah beberapa tahun berjalan mendampingi masyarakat kampung, perlahan tetapi pasti, data yang kami kumpulkan terus bertambah. Kami memperolehnya melalui proses listening survey, juga melalui serangkaian kegiatan lokakarya. Jaringan pergaulan membawa kami pada kerja kolaborasi bersama tim dari Institusi Kesenian Jakarta (IKJ). Dengan kemampuan dan keahlian artistik yang tim IKJ miliki, mereka membantu Kelompok Paia menggelar pementasan teater komunitas.

Ini adalah sebagian dokumentasi gelaran teater Kelompok Paia pada 30 Oktober 2024 di Kampung Alatep Distrik Okaba, Merauke. Waktu itu, sekiranya 200 penonton datang dari berbagai kampung di Distrik Okaba.

Hadirin menyimak pementasan teater berdurasi sekitar 60 menit itu dengan takzim hingga usai. Mereka memberi apresiasi yang meriah. Bahkan ketika selanjutnya diadakan sesi pemberian tanggapan oleh beberapa tokoh dan pemangku adat, seluruh hadirin terus bertahan di tempatnya.

Secara umum, semua penanggap mengamini hal sama: pementasan teater ini mengajak seluruh hadirin lakukan otokritik. Pementasan ini membuat semua orang lakukan perenungan. Tentang hilangnya kebersamaan dan semangat gotong royong; memudarnya identitas masyarakat Papua yang diteladani oleh tetua dan leluhur; dan atas nama modernitas, membuat semakin menjauhnya ikatan masyarakat Papua terhadap tanahnya sendiri, termasuk perihal tradisi dan kearifan pangan lokal.

Sungguh, pengalaman reflektif ini ibarat tamparan yang menyakitkan. Tapi toh kami akui, kebenaran yang menyakitkan jauh lebih baik daripada hal semu yang terus membuai kami dalam situasi stagnan atau malah kemunduran.

Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua
(YP3SP)
en_GBEN