Sasi Laut Pulau Numfor

Oleh Hosea Mirino

Pukul 13.00, matahari yang terik ditingkahi gumpalan-gumpalan awan yang indah di langit Pulau Numfor, tepatnya di Kampung Saribi, Distrik Orkeri, Provinsi Papua.

Sudah empat hari saya berada di kampung ini. Saya makan, tidur, mendengar cerita dari orang-orang kampung. Juga melihat serta merasakan bagaimana mereka menjalani kehidupan.

Saya juga mengamati kegiatan-kegiatan komunitas Fyarkin di kampung ini. Kata fyarkin merupakan bahasa Biak, yang memiliki arti ‘dibina, dipimpin ke arah yang lebih baik. Komunitas Fyarkin beranggotakan 11 orang dan mempunyai struktur organisasi yang kuat.

Siang itu suasana ramai di rumah kaka Elisabeth Karma, yang akrab disapa Ka Elis. Ia adalah Ketua Komunitas Fyarkin. Tetiba saja aroma tumisan sayur dan ikan bakar menguar dari dapur rumahnya. Seketika saya berbalik arah menuju arah aroma itu berasal.

“Adek Ose mari makan sudah,” ujar kaka Elis. Pandangan saya tertuju ke tempat makanan ditata.

“Kaka Elis hari ini ikan banyak eeh. Baru segar, lagi!” seru saya girang.

“Iya. Kita Fyarkin di Kampung Saribi ini sudah menerapkan sasi laut kembali. Dulu tradisi ini tete nene dorang pakai untuk jaga kita punya laut, ikan, dan hasil laut lainnya agar tetap ada. Terus kalau ada acara-acara adat dong punya stok ikan masih tetap tersedia. Istilahnya orang tau dulu: ambil secukupnya. Begitu,” jelas ka Elis.

Sambil saya melahap ikan bakar dan sayur daun pepaya tumis, percakapan ini serta-merta membuat saya merenung. Tradisi lama yang arif seperti sasi menjadi cara dan ruang yang tetua gunakan untuk berdialog dengan alam. Tradisi sasi menjadi cara berterima kasih, menjaga, dan merawat sumber makanan yang alam sediakan demi keberlangsungan hidup.

Dari Ka Elis saya menjadi tahu bahwa sasi bisa berlangsung selama enam bulan hingga 10 tahun. Komunitas Fyarkin bertekad kelima distrik di Pulau Numfor (Distrik Orkeri, Distrik Bruyadosi, Distrik, Distrik Numfor Timur, Distrik Numfor Barat, Distrik Poiru) akan menghidupkan kembali tradisi-tradisi lama semacam sasi, demi masa depan dan peradaban yang lebih baik.

Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua
(YP3SP)
en_GBEN