
Oleh Yosua Majefat
Salam kenal! Saya Yosua Majefat, usia 25 tahun. Saya tinggal di Kampung Haha, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya. Saya adalah salah satu anggota Komunitas Tival, yakni kelompok pemuda yang mengambil peran sebagai penjaga dan pelindung hutan adat di Distrik Seremuk.
Hingga sekarang, Kampung Haha memiliki hutan yang luas. Di dalamnya berdiam beberapa marga, seperti marga Klafle, marga Kemesrar, marga Majefat, dan marga Woloble. Tiap-tiap marga tersebut memiliki hutan adat dan tanah adatnya sendiri-sendiri.

Secara rutin Komunitas Tival melakukan pengontrolan kondisi hutan. Saya, secara khusus melakukannya di hutan adat marga saya sendiri, marga Majefat. Ketika melakukan kontrol, saya mengamati pohon-pohon yang ada di sana, seperti pohon kayu besi (merbau), pohon matoa, pohon kuku, tanaman sagu, juga sungai yang mengalir di dalam hutan kami.
Kabar baiknya, sejak 2024 Distrik Seremuk telah mengantungi Surat Keputusan (SK) Bupati Sorong Selatan tentang Pengakuan Perlindungan dan Penghormatan Hak Masyarakat Hukum Adat dan Wilayah Adat. Dengan SK ini, semakin penting untuk masyarakat Kampung Haha bersama-sama menjaga dan melindungi hutan dan alamnya. Bagi saya, tanah adalah ibu kita. Hutan adalah napas hidup kita.
Adalah kewajiban mutlak bagi kami generasi muda untuk mampu mengelola tanah adat, sumber penghidupan ini. Kami akan menjaganya demi kehidupan bermartabat kami.


Kontak kami
Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua
(YP3SP)
Jalan Karya Tanah Hitam Permai
Abepura Jayapura
Papua
Email: info@papuatransformation.org
